"MABAR BICARA": BERBICARA TENTANG MABAR. Oleh : Silvester Jhoni. Berbicara adalah actus khas seorang manusia. Hanya manusia yang 'diberi' kemampuan untuk berbicara. Makluk infrahuman lainnya hanya sampai pada level 'mendengung' atau memproduksi bunyi berdasarkan naluri semata. Tendensi dasariah manusia untuk keluar dari dirinya untuk menjangkau yang lain, bisa termanifestasi secara optimal melaui pembicaraan (bahasa). Pembicaraanlah yang memediasi relasi antara seorang individu dengan dirinya sendiri, sesama, lingkungan, dan Realitas Ultim. Dengan demikian, tidak ada entitas yang luput dari 'pembicaraan'. Bahkan 'yang tiada' pun bisa menjadi sebuah obyek pembicaraan yang menarik. Lalu, mengapa manusia mesti berbicara? Apa efeknya jika manusia membicarakan sesuatu? Benarkah pembicaraan itu bermuara pada perbaikan kehidupan publik? Apakah 'pembicaraan atau bahasa' itu bersifat politis? Bahasa, pada level ontologis merupakan...